GKP JABAR Tahbiskan Empat Pendeta Baru: Langkah Strategis Menuju Gereja Inklusif
GKP JABAR tahbiskan empat pendeta baru. Langkah optimis menuju pelayanan yang inklusif
DEPOK – Gereja Kristen Protestan Jawa Barat (GKP JABAR) resmi menambah kekuatan pelayanannya dengan menahbiskan empat orang Vikaris ke dalam jabatan Pendeta. Prosesi penahbisan ini dilaksanakan dalam ibadah Penahbisan Kolektif yang khidmat di GKP JABAR Jemaat Bahtera Hayat, Depok, baru-baru ini.
Keempat pendeta yang ditahbiskan tersebut adalah:
- Pdt. Nabila Ananta Brahmana, S.Si (Teol)
- Pdt. Artika Kristanti, S.Si (Teol)
- Pdt. Charlos Gustavo, S.Si (Teol)
- Pdt. Harun D. Simarmata, M.Th
Melalui Proses Seleksi dan Ujian Ketat
Penahbisan ini bukanlah proses yang singkat. Keempat pendeta baru tersebut telah menyelesaikan masa Orientasi dan Vikariat selama kurang lebih dua tahun di berbagai jemaat. Puncaknya, mereka dinyatakan lulus dalam Ujian Kependetaan yang telah diselenggarakan pada 6 Februari 2026 di Depok.
Sekretaris Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), Pdt. Hendryanus Rodman, membacakan langsung Keputusan BPMS terkait pengangkatan ini, menegaskan bahwa para kandidat telah memenuhi kualifikasi teologis dan pastoral yang ditetapkan sinode.
Ibadah Penahbisan yang Ekumenis
Ibadah penahbisan dipimpin oleh Pdt. Johan Edward Tampubolon, yang menjabat sebagai Ketua 3 BPMS sekaligus Pendeta Jemaat Bahtera Hayat. Suasana ekumenis (kerjasama antar-gereja) sangat terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh penting lintas sinode, di antaranya:
- Pdt. Dr. Magyolin Carolina Tuasuun (Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Pasundan/GKP).
- Pdt. Ari Siagian (Sekretaris Umum Gereja Protestan Soteria Indonesia/GPSI).
- Pdt. Riris Napitupulu (Bimas Kristen Kota Depok).
- Pdt. Em. Janoe Widyopramono (Pendeta Emeritus GKI Panglima Polim).
- Pdt. David Obertua Sihite (pendeta GPIB/Dosen STFT Jakarta).
- Pdt. Pinehas Djendjengi (Pendeta GKST)
- Pdt. Em. Mulyadi Oey (Pendeta emeritus GKI/Dosen STFT Jakarta)
Kehadiran perwakilan dari jemaat GKP Jabar Maranatha Jonggol, Jemaat Pommadi Jakarta, hingga Bakal Jemaat Cariu turut memberikan dukungan moril bagi para pelayan yang baru diteguhkan.
Regenerasi dan Gereja yang Inklusif
Penahbisan empat pendeta muda ini menandai komitmen GKP JABAR dalam melakukan regenerasi kepemimpinan gerejawi. Hal ini dipandang sebagai langkah krusial untuk membawa GKP JABAR menjadi institusi yang lebih inklusif dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan bertambahnya tenaga pelayan baru ini, diharapkan pelayanan di jemaat-jemaat GKP JABAR semakin berdampak luas dan memperkokoh persekutuan di tengah masyarakat.
